Sinopsis Kami bertiga dipersatukan takdir sebagai lajang terakhir di angkatan SMA. Berusia kepala tiga, kami senasib sepenanggungan. Kami saling berbagi, saling menguatkan, juga saling bersaing diam-diam. Hanya karena “status”, hidup kami jadi sorotan banyak orang. Kami dipandang sebelah mata. Tapi bagi kami itu biasa. Digunjingkan, itu tak terlalu memusingkan. Masih juga ditambah harus melakukan banyak ritual yang tak masuk akal. Dari mencuri kembang melati di keris pengantin pria, sampai mandi kembang tengah malam. Kami rela melakukan apa saja, asalkan tidak harus makan beling seperti kuda lumping! “Jodoh itu punya waktu dan caranya sendiri ketika menghampiri. So, don’t worry be happy. Huhuuuy!” (Jani, Rena, Mona) Ada Resensi Netty Virgiantini pertama kali muncul dengan novel The Kolor of My Life yang menjadi juara 1 Lomba Cerita Konyol Gramedia 2008. Seperti keempat pemenang lainnya dalam lomba menulis novel tersebut (Rudiyant, Anindita S. Thayf, Triani Retno A , dan Iwok Abqary),...