Langsung ke konten utama

Jangan Memilih Pasangan dengan 5 Sifat Ini!







Menikah adalah impian semua orang benar tidak? Tapi sebelum kita memutuskan untuk menikah, kita harus punya dulu kriteria calon pasangan yang akan mendampingi kita seumur hidup, bahkan sesurga bersama.

Karena pernikahan itu bukanlah permainan yang bisa kita akhiri kapan saja, jadi pilihlah pasangan yang benar-benar memenuhi kriteria yang bisa membuat kita bahagia dunia dan akhirat.

Nah, berikut ini 5 Sifat laki-laki yang jangan dijadikan pasangan hidup yaitu:


    Tidak paham ilmu agama

Setampan dan sekaya apapun laki-laki yang melamar, jangan menerima jika dia tidak paham ilmu agama. Kenapa ilmu agama begitu penting dan menjadi patokan saat memilih pasangan? Alasannya karena pernikahan adalah salah satu sarana ibadah kita. Jika pasangan tidak memahami agama bagaimana dia sanggup menjauhkan istri dan anak-anaknya dari api neraka.

    Laki-laki yang tidak menghargai dan menyayangi orangtuanya

Seorang laki-laki yang tidak menghargai dan menyayangi kedua orang tuanya, jangan dijadikan pasangan. Jika kepada orang tuanya pun dia sanggup berlaku tidak baik, apalagi pada kita istrinya.


    Pemalas

Walau bagaimanapun, materi dibutuhkan untuk hidup. Tapi, bukan berarti harus memilih yang kaya sebagai pasangan, namun pilihlah laki-laki yang suka bekerja keras jangan yang pemalas karena akan menyebabkan kita kesulitan kedepannya. Jika hanya dilihat dari harta yang dimilikinya saat ini,  belum tentu akan selamanya, karena roda kehidupan terus berputar dan rezeki hanya Allah SWT yang mengatur.


    Laki-laki manja

Jangan jadikan laki-laki manja sebagai pasangan hidup, karena yang ditakutkan dia terbiasa dibantu orang tuanya, sehingga tidak bisa menghadapi tantangan dalam kehidupan sendirian.


    Pandai berbohong

Enggak mau kan kalau dibohongi? Jadi jangan memilih laki-laki yang sering berbohong apalagi menjadi kebiasaan untuk menutupi kesalahannya.

Ingat, ya! Menikah itu sekali seumur hidup jangan sampai asal memilih pasangan, apalagi karena paksaan dari keluarga atau banyak yang menyindir belum menikah.


Namun, jika saat menikah pasangan kita berubah menjadi tidak baik yakinlah itu adalah ujian yang diberikan untuk meningkatkan keimanan kita.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Pentingnya Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara Dilihat Dari Konteks Sejarah Dan Geopolitik Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Gejala kesadaran berbangsa dan bernegara yang belum baik itu dapat kita lihat dalam perilaku individu sebagai rakyat maupun pejabat yang masih menunjukan tindakan-tindakan yang melanggar kaidah hukum, seperti mafia hukum, merusak hutan, pencemaran lingkungan, tindak kriminalitas, lebih mementingkan diri dan kelompok, korupsi, bersikap kedaerahan yang berlebihan (daerahisme) atau etnisitas yang berlebihan, bertindak anarkhis, penggunaan narkoba, kurang menghargai karya bangsa sendiri, mendewakan produk bangsa lain, dan sebagainya. Benarkah bahwa kesadaran berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia melemah? Berbagai peristiwa di tanah air yang terjadi di negeri kita, dapat kita saksikan di media massa, bagaimana tingkah laku para wakil rakyat, pelajar, mahasiswa dan juga kelompok masyarakat  yang menunjukan tanda- tanda bahwa mereka masih kurang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.   Berbangsa dan bernegara merupakan s...

Skripsi Krispi : Bukunya Pejuang Skripsi

Skripsi Krispi (koleksi pribadi) Judul : Skripsi Krispi (Renyahnya Kisah Mahasiswa Nyaris Lulus) . Penulis : Miyosi Ariefiansyah, Triani Retno A., Ifa Avianty, dkk. Koordinator penulis : Miyosi Ariefiansyah. Tahun terbit : Cetakan Pertama, Desember 2010. ISBN : 978-602-8597-51-7 Halaman : 204 halaman. Blurb & endorsement : Buku ini mampu membuat kita meninggalkan kecemasan tentang nasib skripsi yang sedang dihadapi dan merupakan bacaan wajib setiap mahasiswa. Buku ini sanggup memotivasi kita untuk tidak merasa susah sendirian saat menyelesaikan skripsi, sebab ternyata sudah banyak yang telah melewati jalan itu dan bisa menjadi pemenang. Lewat buku ini, buktikan Anda pun bisa! Ir.Shahnaz Haque-Ramadhan , Artis dan alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Bagi para mantan mahasiswa yang sudah lulus sarjana, saat mengerjakan skripsi biasanya memiliki pengalaman dan kenangan yang tak terlupakan, baik yang manis maupun yang pahit. Buku ini kaya akan kisah - kisah sukses saat menger...

Tentang Respek

Dalam kehidupan bermasyarakat, kata respek sering kali kita dengar. Namun sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita tahu dulu apa itu arti dari respek.  Respek sendiri dalam KBBI artinya menaruh rasa hormat terhadap perbuatan mulia. Saat kita melihat kelakuan seseorang yang baik dan tanpa menginginkan imbalan, maka kita akan respek pada orang tersebut, sebaliknya jika orang tersebut angkuh dan tidak suka menolong, maka kita tidak akan respek. Yang menjadi pertanyaan sikap yang bagaimanakah yang membuat orang akan respek terhadap perilaku orang lain? Berikut ini jawabannya: Orang yang menolong orang lain tanpa pamrih Mempunyai sikap yang baik dan menjaga sopan santun terhadap siapapun     Tidak membeda-bedakan orang karena harta dan jabatannya Dan, berikut sikap yang tidak akan membuat orang respek terhadap kita, yaitu:   Berbuat seenaknya   Tidak tahu norma yang berlaku di lingkungan   Selalu merasa diri paling benar   Bersikap sombong Tidak...